Arsip Berita

Oktober 28, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

ODGJ Lebih Cepat Sembuh dari Covid-19

2 min read
"170 pasien ODGJ telah sembuh total, karena mereka tidak memikirkan penyakitnya. Ini Mereka gangguan jiwa jadi tidak pusing, karena stress itu sangat mempengaruhi," jelas Arman, Selasa (22/6).

Pasien ODGJ lebih rentan terhadap Covid-19 namun lebih cepat sembuh.

Jakarta – Terlalu banyak pikiran atau sering disebut stress, membuat kekebalan atau imun seseorang menurun. Sebaliknya tidak gampang stress atau rileks dan santai, akan memperkuat imun manusia. Ini terbukti dalam kasus pasien Covid-19 yang menerpa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Dari 170 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Dadi (RSKD) Sulawesi Selatan karena Covid-19 kini dinyatakan sembuh. Mereka dinyatakan sehat sejak sebulan lalu.

Menurut Direktur RSKD Sulsel, dr Arman Bausat ratusan pasien ODGJ yang akhirnya bisa sembuh dari Covid-19 itu karena mereka secara psikologis tidak memikirkan penyakit yang diderita.

“170 pasien ODGJ telah sembuh total, karena mereka tidak memikirkan penyakitnya. Ini Mereka gangguan jiwa jadi tidak pusing, karena stress itu sangat mempengaruhi,” jelas Arman, Selasa (22/6).

Ini tentu berbeda dengan masyarakat lainnya. Sering kali, status positif Covid-19, membuat seseorang tertekan, akhirnya menjadi stress. Covid-19 memang berbahaya, namun bukan jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Salah satu faktor yang menghambat penyembuhan pasien Covid normal, menurut Arman, lantaran sangat dipengaruhi oleh stress. Sementara pasien ODGJ tidak mengalami stress, sehingga hal itu mempercepat penyembuhan mereka. “Sekarang sudah tidak ada ODGJ yang Covid,” katanya.

Selain merawat pasien ODGJ, RSKD Dadi ini juga merawat pasien Covid-19 dari orang normal. RS ini menjadi rumah sakit rujukan di Sulawesi Selatan. Sejak awal pandemi rumah sakit telah merawat ratusan pasien.

Arman mengatakan saat ini masih tersisa enam pasien Covid-19 yang dirawat. Mereka adalah pasien umum yang menjalani perawatan medis di gedung khusus, sementara pasien ODGJ dirawat terpisah.

“Kemarin itu tinggal enam orang pasien tapi ini bukan gangguan jiwa. Mereka masih dalam perawatan,” ujarnya.

Pada akhir tahun 2020 sekitar puluhan pasien ODGJ terdata positif Covid-19 di RSKB. Penyebaran tersebut ketika salah seorang pasien ODGJ yang dirujuk ke RSKD Dadi diduga membawa virus corona hingga menulari pasien ODGJ lainnya.

ODGJ memang rentan terhadap penularan Covid-19 dibandingkan orang normal. Pasalnya ODGJ sangat sulit untuk menerapkan disiplin dalam protokol kesehatan. Ini pula yang membuat ODGJ kini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mengikuti vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sasaran vaksinasi pemerintah tahapan ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi dengan target total sebanyak 63,9 juta orang se-Indonesia.

“ODGJ kelompok rentan kan ya, dengan gangguan jiwa mereka kan pasti sulit melaksanakan prokes,” kata Nadia.

Untuk para ODGJ di jalanan yang tidak tinggal bersama keluarga, kata Nadia, proses ketetapan vaksinasi akan menjadi tanggungan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Pelayanan dan sasaran vaksinasi yang dijalankan Kemenkes ditetapkan berdasarkan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP guna validitas data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.