Arsip Berita

Juni 14, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Menteri LH Jelaskan Sawit ke Uni Eropa

1 min read

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kanan).

APAPUN kesempatannya, pemerintah selalu memanfaatkan untuk menjelaskan posisi sawit Indonesia. Ini bukan hanya dilakukan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Selandia Baru, belum lama ini, tetapi juga oleh hampir semua kalangan.

Maklum saja, posisi sawit Indonesia saat ini tengah terjepit oleh diskriminasi berbagai negara dengan dalih lingkungan. Karena itu pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memanfaatkan pertemuan  Working Group Komisi Eropa bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim di Brussel, Belgia, untuk menjelaskan posisi sawit Indonesia.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (27/3/2018), disebutkan Siti Nurbaya bertemu Wakil Presiden Parlemen Uni Eropa Heidi Hautala; Komisioner Uni Eropa bidang lingkungan Karmenu Vella dan Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia-Uni Eropa Ana Gomes.

Menurut Siti, Heidi Hautala mengapresiasi berbagai upaya Indonesia untuk memperbaiki pengelolaan kelapa sawit terutama dalam aspek lahan. “Selain itu dia juga melihat banyak kemajuan dalam hal penanganan lingkungan, termasuk sampah plastik. Namun begitu masih ada beberapa pekerjaan rumah, seperti monitoring independen Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu,” kata Siti Nurbaya.

Hal senada juga disampaikan Komisioner Karmenu Vella yang membawahi bidang lingkungan. “Dia menghargai berbagai kemajuan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Namun juga mengatakan kiranya pengambilan keputusan kebijakan impor terkait Uni Eropa, untuk terus diinformasikan,” kata Siti Nurbaya.

Kedua pihak menghargai kerja sama pengembangan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), skema pertama yang berjalan dalam kerangka EU Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT).

Skema tersebut akan diterapkan untuk Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang sedang disempurnakan dan akan disahkan dalam sebuah Perpres pada akhir 2018.

Terkait hal itu Wakil Presiden Parlemen Uni Eropa menyarankan untuk mengintegrasikan ISPO dengan skema internasional Responsible Sustainable Palm Oil (RSPO). “Penerapan SVLK pada ISPO merupakan hal yang baik, karena EU mementingkan transparansi,” ujar Hautala. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.