Arsip Berita

Desember 2, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Airlangga Hartarto Minta UGM Terus Lanjutkan Inovasi pada Masa Pandemi

2 min read
“Saya sebagai bagian dari keluarga alumni UGM, saya merasa bangga ketika civitas akademika UGM melalui inovasinya ikut membantu penanggulangan Covid dengan produk-produk yang sifatnya non-invasive sehingga biaya terjangkau dan bisa menjadi alat screening yang cepat dengan realibilitas yang tinggi, antara lain melalui GeNose,” ujar alumnus Fakultas Teknik UGM tersebut.
airlangga hartarto ugm

Menko Perekonomian Airlangga hartarto apresiasi inovasi UGM.

Yogyakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi dan penghargaan atas inovasi yang sudah dilakukan Universitas Gadjah Mada. Selain GeNose, UGM juga sudah membuat berbagai inovasi alat pendeteksi dan penanganan Covid-19 yang murah namun efektif.

Dalam acara webinar “Kupas Tuntas GeNose, Ventilator, Rapid Test RI-GHA dan VTM Produksi Universitas Gadjah Mada”, Minggu (21/01/2021), Airlangga menyampaikan ucapan terima kasih dari pemerintah atas upaya UGM.

“Saya sebagai bagian dari keluarga alumni UGM, saya merasa bangga ketika civitas akademika UGM melalui inovasinya ikut membantu penanggulangan Covid dengan produk-produk yang sifatnya non-invasive sehingga biaya terjangkau dan bisa menjadi alat screening yang cepat dengan realibilitas yang tinggi, antara lain melalui GeNose,” ujar alumnus Fakultas Teknik UGM tersebut.

Ketua Komite Penanganan Covvid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu juga memuji semangat dan kerja keras UGM, yang telah membuktikan bahwa berbagai inovasi bisa dihasilkan pada masa pandemi.

“UGM harus terus meningkatkan temuan dan produk-produk riset dan inovasi,” ujar Kata Ketua Umum Partai Golkar ini.

Airlangga menyatakan inovasi GeNose yang diciptakan oleh tim UGM berkontribusi untuk membantu penanganan pandemi Covid-19, pada beberapa sektor. Pertama mampu mempercepat deteksi dini orang yang terkena Covid-19. Kedua membantu mitigasi risiko penyebaran pandemi Covid-19 di berbagai wilayah.

Ketiga meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi inovasi alat kesehatan. Keempat menghemat belanja dan juga menghemat devisa untuk kemudian cepat menangani Covid-19.

Kelima, mendorong pertumbuhan inovasi yang bernilai ekonomi tinggi, substitusi impor dan membangun kepercayaan publik agar karya anak bangsa bisa menjadi mainstream dari pada kebijakan kesehatan.

UGM sendiri telah menciptakan beberapa peralatan penanganan Covid-19. Misalnya face shield, bilik steril yang dilengkapi pengukur suhu tubuh dengan face recognition.

UGM juga membantu penanganan Covid-19 dengan membuat alat viral transport medium sebagai pendeteksi Covid-19 cepat berbasis antibodi dan ventilator. “Produk yang diciptakan oleh tim UGM berbiaya ekonomis,” tambah Airlangga.

Produk inovasi UGM diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman di masyarakat. Terutama aktivitas-aktivitas perekonomian yang padat seperti pasar, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat wisata dengan tujuan untuk mendorong rebooting dari pada ekonomi masyarakat. “Tentu kita berharap ekonomi Indonesia dapat perlahan untuk bangkit kembali,” ucap Airlangga.

Pemerintah saat ini juga mendorong pengadaan vaksin berbasis platform dalam negeri yang kebutuhan dananya sekitar 73 triliun. Vaksin ini sebagian besar menggunakan kemampuan di dalam negeri yakni vaksin Merah Putih.

Vaksin tersebut, menurut Airlangga, menggunakan enam platform, seperti dikerjakan oleh Lembaga Eijkman, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Universitas Indonesia, ITB, Universitas Airlangga dan UGM.

“Diharapkan platform-platform ini bisa segera dipersiapkan untuk dimanufaktur dan kemudian diujicobakan sehingga ditargetkan pada semester kedua tahun ini bisa masuk  clinical trial. Harapannya pada tahun 2022 nanti, sebagian dari produksi vaksin nasional  ini sudah bisa dipergunakan,” ujar Airlangga.

Pemerintah juga terus bekerja untuk meningkatkan ekosistem riset dan inovasi yang kondusif. Pemerintah sudah menyiapkan insentif pajak bagi perusahaan yang melaksanakan riset dan inovasi sesuai dengan PP no. 45 tahun 2019.

Berbagai inovasi yang sudah dilakukan UGM bisa disamakan dengan pihak swasta. Seluruh biaya yang dikeluarkan bisa dibebankan pada biaya riset dan inovasi , yang clearing house-nya di Kemenristek.

“Perusahaan yang bisa memproduksi peralatan-peralatan hasil inovasi dari tim UGM bisa memperoleh fasilitas tax holiday sampai 300 persen,” tutur Airlangga.

Diharapkan program bisa dimanfaatkan sehingga antara inovasi perguruan dan pihak swasta yang ikut bekerja sama menunjang kebijakan pemerintah untuk menghemat devisa dan memberikan perlindungan kepada inovasi nasional.

Pemerintah berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan antara perguruan tinggi, BUMN dan badan swasta untuk memajukan industri dalam negeri.

“Semoga UGM dapat terus meningkatkan temuan dan produk-produk riset dan inovasi bukan hanya di bidang farmasi dan kesehatan namun inovasi lainnya, karena banyak hal yang perlu kita kembangkan pasca pandemi,” pungkas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.