Arsip Berita

Desember 2, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Momentum Pemulihan Kesehatan Harus Dijaga untuk Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi

3 min read

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA- Kesehatan dan perekonomian, adalah dua hal yang terus dijaga oleh pemerintah RI. Keduanya saling berhubungan rat pada masa pandemi Covid-19 ini. Tanpa kesehatan yang baik, maka perekonomian nasional bahkan di dunia bisa runtuh.

Menjaga kesehatan, ibaratnya adalah awal dari meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Terbukti, saat pandemi Covid-19 muncul, dan kesehatan memburuk, ekonomi menjadi terpuruk. Ini disebabkan pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas atau di luar negeri sering disebut lockdown.

Pembatasan aktivitas masyarakat ini harus dijaga agar kasus positif tak melonjak. Apalagi virus tersebut terbukti sangat mudah menular dan menyebar dengan sangat cepat. Masyarakat harus terhindar dari Covid-19 agar tak membebani fasilitas kesehatan dan rumah sakit.

Di sisi lain, pembatasan aktivitas membuat perekonomian melemah. Bahkan membuat beberapa perusahaan harus menutup usahanya. Baik sementara atau selamanya. Semua sektor hampir terpukul, apalagi sektor pariwisata.

Perlahan dengan membaiknya penanganan  Covid-19 di Indonesia, kesehatan masyarakat pulih. Kasus penularan jauh menurun. Bahkan saat ini, November 2021, kasus positif menurun sekitar 98 persen, jika dibandingkan puncak kasus pada Juli hingga Agustus 2021.

Kondisi membaiknya kesehatan itu diikuti dengan perekonomian yang kembali pulih. Karyawan kembali bekerja, bahkan mal dan pusat perdagangan kembali beroperasi hampir normal. Ini membuat perekonomian seperti mendapatkan udara segar.

Momentum pemulihan seperti ini harus dijaga. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga penanggung jawab pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali, pemulihan ini sangat penting.  Luhut berpesan agar momentum pemulihan ekonomi yang tengah terjadi saat ini agar terus dijaga.

“Momentum pemulihan ekonomi harus terus kita jaga. Dengan kita memelihara seperti ini, saya kira kita jangan terlalu paranoid lagi tetapi tetap hati-hati,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu, 24 November 2021.

Kondisi membaiknya perekonomian sendiri menurut Luhut, terlihat dari sejumlah indikator pemulihan ekonomi Indonesia yang dicapai setelah melakukan pengendalian kasus COVID-19 melalui sejumlah pembatasan dan pengetatan aktivitas.

Ekonomi nasional bahkan tumbuh 3,5 persen pada triwulan III-2021. Bahkan pada kuartal kedua sempat tumbuh 7,07 persen.

Selanjutnya indeks keyakinan konsumen yang berangsur meningkat hingga PMI manufaktur yang bahkan mencetak rekor tertinggi pada Oktober lalu.

Wakil Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu juga mengingatkan untuk tetap mawas diri dan hati-hati agar kasus COVID-19 tidak kembali meningkat dan PPKM tidak perlu diterapkan lagi. Luhut benar, jika kasus meningkat lagi, seperti di Eropa, upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah bisa terpuruk lagi.

Indonesia Dipuji

Indonesia patut bersyukur, karena kondisi pandemi yang melandai di Tanah Air akhir-akhir ini berkat kerja sama semua pihak. Bukan satu atau dua orang saja. Bukan pemerintah dan bukan rakyat saja, akan tetapi semuanya. Kerja sama yang apik ini bahkan telah menempatkan Indonesia sebagai satu-satunya negara di ASEAN yang saat ini berada di level 1, menurut WHO.

“Kalau bapak ibu lihat, Indonesia di ASEAN itu satu-satunya saya kira yang level 1 hari ini. Indonesia sudah 126 hari pada level 1. Itu saya kira pencapaian yang sangat baik dan kita tidak boleh merusak ini,” kata Luhut.

Luhut juga mengingatkan agar semua pihak terus konsisten mempertahankan kondisi tersebut. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak lengah karena tak ingin kejadian pada Juli lalu terulang.

“Ingat kenaikan kasus 3-15 Juli lalu, itu 12 hari dari 3 ribu, 4 ribu kasus langsung naik ke 56 ribu kasus. Ingat lagi, supaya jangan lupa, minggu-minggu itu WA (WhatsApp) kita penuh dengan pesan Innalillahi. Ini jangan kita ulangi lagi,” imbuhnya.

Mengingat masa itu memang sangat menyesakkan bagi Indonesia, karena banyak masyarakat kehilangan sanak saudara gara-gara ganasnya Covid-19. Sebuah pengalaman yang tak ingin terulang lagi.

Untuk itu, semua pihak harus benar-benar bisa menjaga dan saling mengingatkan. Kesadaran masyarakat untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan adalah yang utama.

Lewat kedisiplinan ini, maka kasus bisa dikendalikan. Lewat vaksinasi masyarakat bisa cepat memiliki kekebalan kelompok. Kondisi ini akan membuat perekonomian menjadi sehat dan kuat. Ujungnya harapan masyarakat untuk bisa kembali hidup normal akan tercipta.

Momentum kesehatan yang terjaga baik dan perekonomian yang perlahan pulih adalah impian bersama. Masyarakat juga sudah rindu kehidupan normal, untuk bisa bekerja maksimal bahkan bersekolah untuk para pelajar.

Demi mencapai impian itu, saat ini yang dibutuhkan adalah kesabaran dan kesadaran tinggi untuk bisa hidup dengan penuh disiplin kesehatan pada era new normal ini. Semoga setiap usaha kita untuk memenuhi protokol akan membawa kebaikan, bagi bangsa dan negara. Bagi kesehatan dan perekonomian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.