Arsip Berita

Juni 15, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Menteri PUPR Berikan Insentif Ke Pengelola Jalan Tol

2 min read
"Besaran ambang batas penurunan pendapatan tol rata-rata harian pada periode pandemi covid-19 ditetapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),"

Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono memberikan delapan stimulus baru di tengah pandemi Covid-19. Stimulus ini diberikan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Begitu pula dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi penugasan untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol.

Stimulus tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 22 Tahun 2020 tentang Stimulus dalam Pengusahaan Jalan Tol yang Terdampak Pandemi Covid-19. Program itu diberikan jika BUJT dan BUMN tersebut terdampak pandemi covid-19. 

Mengutip aturan itu Menteri PUPR, stimulus dapat diberikan atas dampak covid-19 pada tahap konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. Stimulus itu bertujuan percepatan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi.

“Menimbang bahwa pandemi covid-19 berdampak pada perekonomian nasional termasuk pada industri jalan tol, sehingga guna menjaga iklim investasi dan keberlanjutan industri jalan tol, pemerintah pusat perlu memberikan stimulus kepada BUJT dan BUMN yang diberi penugasan untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol,” bunyi aturan itu, dikutip Rabu (4/11).

Namun, insentif diberikan untuk kondisi tertentu. Pada tahap konstruksi, stimulus hanya dapat diberikan jika terjadi keterlambatan penyelesaian konstruksi. Terutama akibat keterlambatan pengadaan tanah, penghentian konstruksi sementara waktu, keterlambatan penyediaan material dan tenaga kerja.

Selanjutnya, stimulus Menteri PPUPR ini direalisasikan jika ada tambahan biaya akibat pelaksanaan protokol kesehatan dan penerapan program padat karya. Selain itu juga tertundanya tanda tangan perjanjian kredit pembiayaan oleh BUJT atau BUMN.

Stimulus Menteri PUPR ini pada tahap operasi dan pemeliharaan dapat diberikan jika rata-rata pendapatan tol harian turun. Terutama jika melebihi ambang batas penurunan pada Februari 2020.

“Besaran ambang batas penurunan pendapatan tol rata-rata harian pada periode pandemi covid-19 ditetapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” bunyi aturan itu.

Stimulus Menteri PUPR

Adapun bentuk 8 stimulus itu yang pertama adalah perpanjangan masa konsesi. Kedua, penyesuaian tarif tol.

Ketiga, penyesuaian tarif tol awal. Keempat, perpanjangan batas akhir konstruksi.

Kelima, penundaan pelaksanaan kewajiban investasi BUJT dan BUMN yang diberi penugasan pemerintah. Investasi yang dimaksud meliputi pelebaran serta pembangunan tempat istirahat dan pelayanan.

Keenam, perpanjangan batas waktu tanda tangan perjanjian pembiayaan dan pemenuhan syarat pencairan pinjaman.

Ketujuh, penyelesaian kewajiban BLU BPJT. Meliputi, pelunasan pokok pinjaman untuk ruas tol yang sudah beroperasi penuh paling lama 5 tahun sejak mekanisme disepakati.

Selanjutnya, pelunasan pokok pinjaman untuk ruas tol yang beroperasi sebagian atau belum beroperasi paling lama 5 tahun sejak beroperasi penuh, serta penyelesaian nilai tambah dan denda keterlambatan nilai tambah yang sudah menjadi piutang.

Sedangkan kedelapan, pengembalian dana talangan tanah dari LMAN dimasukkan sebagai tambahan biaya investasi sesuai dengan ketentuan. Aturan itu ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 21 September 2020 dan diundangkan pada 29 September 2020

Jalan Tol baru di Jakarta

Masalah RSS: WP HTTP Error: URL yang sah tidak diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.