Arsip Berita

September 19, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Cara Kelola Keuangan yang Berkurang Akibat Terdampak COVID-19

2 min read
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata upah buruh di Agustus 2020 telah turun 5,18% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran di Indonesia juga menyentuh 9,77 juta atau naik 2,67 juta dari Agustus 2019.
belanja Covid-19

Belanja konsumtif sebaiknya dikurangi saat pandemi Covid-19.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata upah buruh di Agustus 2020 telah turun 5,18% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran di Indonesia juga menyentuh 9,77 juta atau naik 2,67 juta dari Agustus 2019.

COVID-19 memang menyebabkan tekanan pada perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020 dinyatakan -3,49% dari kuartal III 2019. Meski demikian jika dilihat secara per kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh 5,05% dari kuartal II 2020 ke kuartal III 2020.

Berbagai sektor industri mengalami tekanan, maka para pekerja rentan mengalami risiko berkurangnya penghasilan bulanan hingga pemutusan hubungan kerja.

Berikut adalah tips perencanaan keuangan  bagi karyawan yang terdampak COVID-19 dan mengalami pengurangan penghasilan bulanan.

Jangan sembarangan mengurangi pengeluaran Anda. Khawatir mengeluarkan uang dalam jumlah besar itu wajar karena pemasukan bulanan Anda juga sedang berkurang. Secara garis besar pengeluaran pun dibagi menjadi tiga yaitu, pengeluaran yang bersifat wajib dibayar, pengeluaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan pengeluaran yang bersifat keinginan. Berhemat tentu menjadi solusi, namun kita tidak bisa asal dalam mengurangi pengeluaran.

Jika Anda harus mengurangi pengeluaran, maka kurangilah pengeluaran yang bersifat keinginan seperti belanja barang branded, belanja barang-barang hobi, dan kegiatan konsumtif lain yang berhubungan dengan gaya hidup.

Alokasikan saja 10 hingga 15% dari pemasukan bulanan untuk kegiatan yang bersifat hiburan atau keinginan, dan prioritaskan pengeluaran Anda untuk memenuhi hal-hal wajib seperti bayar pajak dan utang, serta kebutuhan sehari-hari. Mengurangi pengeluaran yang bersifat “wajib dan butuh” cukup berisiko

Pengeluaran yang bersifat wajib bisa dikategorikan menjadi dua yaitu pembayaran pajak dan utang. Tidaklah mungkin mengurangi pengeluaran yang satu ini dengan alasan “berhemat,” karena dengan menunda pembayaran utang atau pajak kita bisa terkena sanksi atau denda dari Pemerintah maupun dari pemberi kredit.

Bila memang pembayaran utang menjadi sangat berat akibat berkurangnya pendapatan, lakukanlah restrukturisasi dengan meminta perpanjangan tenor agar cicilan menjadi lebih rendah.

Bagi Anda yang saat ini lebih sering bekerja di rumah, maka Anda bisa menghemat pengeluaran transportasi dan makan di luar. Namun potensi pembengkakan di operasional sehari-hari tentunya ada, yakni di tagihan listrik, kuota internet maupun pulsa.

Waspadailah pembengkakan pengeluaran tersebut, ada baiknya pula untuk langsung menentukan besaran untuk dua pengeluaran tersebut di awal bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.