Samade Galang Aksi Tolak Kampanye Hitam Sawit

samade

Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) bertekad melakukan perlawanan terhadap kampanye hitam kelapa sawit yang dilakukan LSM asing dan Uni Eropa. Salah satu aksi mereka adalah dengan menandatangani petisi “Tolak Black Campaign terhadap Sawit“.

Aksi simpatik dilakukan oleh seluruh 14 elemen Samade dari seluruh Indonesia dan digelar di booth Samade. Aksi itu digelar, di sela acara 14th International Palm Oil Conference and Price Outlook 2019 (IPOC), Jumat (2/11). Aksi itu juga mendapat dukungan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono yang juga ikut menekan petisi.

Dukungan Ketum Gapki ini membuat seluruh peserta Konferensi Minyak Sawit Indonesia, juga memberikan dukungannya melalui tanda tangan. Termasuk sejumlah pengurus Gapki serta pengusaha, seperti Joelfy Bachroeni (penasihat), Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sarjono, Fadhil.Hasan (Asian Agri).

Selanjutnya, Joko –yang didampingi DPP Asosiasi Samade Tolen Ketaren, Sekretaris Samade Rio Suwondo, Fery Harianja (Wakil Krtua), Kawas Tarigan (Ketua DPW Riau), Joko Budi.(Sekretaris DPW Riau), dan lainnya– memberikan semangat kepada Samade agar terus melakukan aksi ini sepanjang acara.

“Kalau saya boleh saran, para peserta acara IPOC 2018 yang kebetulan melintas di booth Samade secara persuasif diajak untuk menandatangani petisi. Terangkan kepada mereka kenapa aksi penandatangan penolakan black campaign sawit ini perlu dilakukan,” ungkap Joko Supriyono. Pemahaman sebagian masyarakat tentang kelapa sawit tak sepenuhnya benar dan positif terhadap perkebunan kelapa sawit.

Pemahaman yang masih salah itu juga diakiba6tkan adanya kampanye hitam yang dilakukan oleh sejumlah LSM asing. Mereka terus mengumbar jargon-jargon negatif. Bahkan alasan sebenarnya dari adanya perang dagang antara minyak kelapa sawit dengan minyak nabati lainnya tidak pernah dimunculkan.

Menurut Ketua Umum Samade Tolen Ketaren, aksi yang mereka lakukan sepenuhnya didasari kesadaran dan tanpa paksaan. Pasalnya, mereka selaku petani sawit swadaya, langsung atau tidak langsung, sudah merasakan efek jahat dari black campaign sejumlah pihak terhadap kelapa sawit Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *