Arsip Berita

Oktober 24, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Nurul Arifin: Artis Politisi Harus Bisa Bertranformasi dan Menjawab Tantangan

2 min read
Banyak artis atau pesohor berhasil melakukan “metamorphosis” profesi di Indonesia. Banyak yang berubah dari artis jadi politisi.
nurul arifin

Nurul Arifin ingin menjawab tantang artis di dunia politisi.

Jakarta – Banyak artis atau pesohor berhasil melakukan “metamorphosis” profesi di Indonesia. Banyak yang berubah dari artis jadi politisi. Namun ada pula yang gagal. Ini menjadi perbincangan menarik saat Akbar Faisal Uncensored menghadirkan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar, Nurul  Arifin, Senin (9/11/2020).

“Saya tak ingin subyektif seorang artis itu seorang yang dipuja, selebritas, banyak fans, jadi partai politik pada awalnya merekrut mereka sebagai vote getter,” ucap Nurul Arifin yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Namun dalam perjalanannya, Nurul juga melihat ada satu-dua artis politisi yang menang dalam Pemilu dan akhirnya duduk di parlemen  tidak bisa  mengubah perspektif pribadinya

“Mereka tidak mengubah perspektif dirinya menjadi seorang politisi, agar tidak melihat masyarakat itu sebagai pemujanya. Jadi lebih pada pemujaan fisik atau fans saja,” kata Nurul.

Selain tidak sukses dalam mengubah perspektif, Nurul juga menilai beberapa rekan politisi dari kalangan artis, tak ada keinginan belajar. “Mereka cukup puas dengan dirinya dan keinginan dirinya. Jadi proses pembelajaran sebagai politisi tak berjalan dan tetap menjadikan dirinya sebagai artis, sehingga reformasi dirinya atau transformasi itu tak jalan,” tambah istri dari Mayong Suryp Laksono itu.

Sebaliknya Nurul melihat banyak pula artis yang sukses mengubah dirinya menjadi politisi tulen seperti missal Rieke Dyah Pitaloka. “Saya lihat temen artis yang jadi politisi karena mereka mau belajar dan menjawab tantangan, misalnya saja Rieke,” ungkap Nurul.

Menurut Nurul, tantangan terbesar artis politisi adalah menjawab pertanyaan artis itu bisa apa sih?

“Saya tidak mau dilecehkan, karena artis hanya bermodal fisik dan ketenaran. Itu salah. Saya bisa membuktikan itu. Saya tidak mau dilecehkan dan menjawab semua pertanyaan dan tantangan itu di partai,” tutur Nurul. .

Baginya, untuk menjadi politisi yang sukses, harus pula berteman dengan politisi sukses lainnya. “Orang sukses itu berteman dengan siapa, dan saya pilih temen-temen saya. Ini yang membuat saya jadi maju dan serius (di politik),” ujar Nurul.

Dari pengalaman sebelumnya, memang artis perempuan menjadi politisi  itu menjadi tantangan besar karena kultur di Indonesia masih seperti itu. “Perempuan kalau  mau ngomong politik itu gak pede. Jadi itu musuh terbesar mereka sebenarnya, maka kita memerangi diri sendiri dari inferioritas itu,” tambah Nurul.

Tentu perempuan atau artis politisi harus berani dan tidak takut salah, takut dianggap sok tahu. “Jadi soal ngomong ini  saya banyak belajar dari politisi pria,” ucap Nurul.

Nurul masuk politik bukan karena kekuasaan atau memaksakan agenda politiknya. “saya ingin menjawab tantangan. Saya masuk politik juga terdorong oleh teman aktivis, jadi kalau mau membuat perubahan saya harus masuk di dalamnya,” ucap Nurul.

Politik saat ini adalah panggilan dan merupakan pilihannya. Sebenarnya banyak pula artis yang tak menjalani kerja politik namun ucapan atau perbuatannya berimbas pada politik sebenarnya sudah berpolitik juga.

Di DPR Nurul sendiri banyak memperjuangkan hak-hak perempuan. Namun ia mengakui belum melihat ada politisi perempuan yang begitu teguh mengejar agenda dan cita-citanya. “Di Indonesia mungkin kulturnya berbeda,” tambahnya.  

Ia belum melihat dan mendengar perempuan yang secara individu bisa memperjuangkan agenda perempuan. “Saya berharap ada suatu masa perempuan yang tanpa dinasti, tanpa patron muncul sendiri dengan kemampuan dan tekadnya memperjuangkan hak perempuan. Saya baru melihat RA Kartini di Indonesia dalam hal ini,” kata Nurul.

Namun ini semua hanya masalah waktu. Bangsa ini masih menunggu perubahan itu. “Saya bersyukur dan terima kasih kepada Tuhan bahwa menjadi artis bukan sesuatu yang saya sesali tapi saya syukuri karena itu menjadi modal sosial saya,” pungkas Nurul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.