Arsip Berita

Agustus 2, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Penanganan Covid-19 Harus Mulai Dari Diri Sendiri di Wilayah Terkecil

3 min read

Warga masyarakat secara mandiri melakukan penyemprotan.

Depok – Awas pandemi Covid-19 makin merajalela. Korban  sudah berjatuhan hari demi hari. Indonesia kini zona merah hampir di seluruh negeri. WHO, pekan ini sudah memperingatkan agar Presiden Joko Widodo melalukan lockdown.

Kekhawatiran besar ini sudah pula dirasakan seluruh masyarakat. Elemen terkecil pemerintah, mulai bergerak. Di tingkat RT dan RW lockdown sudah mulai dilakukan. Misalnya Komplek Perumahan Samudera Indonesia, RW 06, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Melihat ada 11 warga yang terpapar Covid-19, pengurus RW mulai pasang rambu lockdown. Upaya mitigasi pun dilakukan. Komunikasi dengan Satgas Covid-19 di kelurahan intens dilakukan. Bukan sekedar untuk pemantauan para pasien Covid-19 yang masih isolasi mandiri di rumah, namun juga mencari jalan keluar.

“Kita terus koordinasi dengan Satgas Covid-19 di kelurahan. Paling tidak untuk memastikan bagaimana perawatan yang layak untuk warga kami. Kalau ada kamar atau bed kosong di rumah sakit semoga mereka segera bisa dirawat. Sambil menunggu ketersediaan kami lakukan pemantauan sendiri,” kata Sekretaris  RW 06, Endang Harianto.

Kini, mereka yang sakit dikirimi bantuan makanan. Bahkan disediakan berbagai keperluan rumah tangga agar mereka tetap bisa isolasi mandiri secara nyaman dan tenang. Ini bentuk kepedulian sesama dan bertetangga. Tak ada yang saling menyalahkan. Semua mulai paham bahwa Covid bisa menampar siapa saja yang lalai.

Usaha lain pun terus bergerak. Penyemprotan disinfectant ke seluruh pelosok rumah warga dilakukan. Ini hanya sebuah upaya pencegahan, agar Covid-19 tak makin merajalela. Bentuk sebuah kesadaran kelompok masyarakat terkecil yang peduli pada lingkungannya, tetangga dan keluarga mereka.

Tak lupa, warga yang sempat kontak dengan pasien Covid-19 pun mulai melakukan tes swab Antigen. Beberapa warga sekaligus mengundang petugas kesehatan untuk melakukan tes. “Lebih murah kalau bersama-sama, jadi gak terlalu memberatkan,” kata Sekretaris  RW 06, Endang Harianto.

Dana RW yang masih ada juga disediakan untuk terus membeli berbagai peralatan dan kebutuhan lain guna penanganan Covid-19. “Warga sadar bahwa kami tidak bisa menunggu lama datangnya bantuan. Kami harus bergerak mandiri. Ini demi kemanusiaan. Kami harus mulai dari kami sendiri,” tambah Endang Harianto.

Satgas Covid-19 di RW 06, kini juga kembali sibuk. Menghalau siapa saja yang datang tanpa masker ke wilayah mereka. Bahkan selalu memperingatkan berbagai kegiatan warga yang mengundang kerumunan.

Sementara kegiatan keagamaan di masjid kini harus dihentikan sementara waktu. Sesuai anjuran pemerintah, kegiatan masjid di zona merah dilarang, seperti yang terjadi di RW 06. Bahkan kegiatan olahraga yang melibatkan remaja dan anak-anak sudah lebih dulu dihentikan sementara.

Komplek lagi lockdown, maka warga dengan sendiri ikut menyesuiakan diri.  Inilah bentuk keikutsertaan warga dalam penanganan Covid-19. Mulai dari mereka sendiri, mulai dari diri sendiri. Tak perlu saling menyalahkan atau menuding satu pihak harus bertanggung jawab terhadap pagebluk yang tengah terjadi.

Bagi warga, entah namanya PPKM Mikro atau lockdown lokal, mereka menanggulanginya dengan kesadaran sendiri. Cara yang mereka lakukan pun tanpa banyak gembar-gembor. Cukup dengan pengawasan kecil masing-masing RT, dan keluarga masing-masing.

Menurut Endang  Harianto, apa pun sebutannya, upaya untuk lockdown atau penanganan Covid-19, harus mulai dari sendiri. “Mulailah dari diri sendiri untuk tertib 3M, bahkan kalau perlu 6M. Ini semua cara yang paling ampuh untuk menolak Covid-19,” ungkap Endang Harianto.

Selanjutnya, pengurus RT dan RW juga tengah mendata warganya. Siapa yang sudah divaksin, atau yang belum. Bagi mereka yang belum divaksin, mulai diarahkan untuk mengikuti program vaksinasi.

Penyebaran informasi, tak perlu harus bertatap muka. Grup Whatsapp di RW tersebut sangat aktif sehingga bisa digunakan untuk media berbagai informasi. Jangan heran, jika dalam grup WA mereka hampir tiap kali muncul area pendaftaran   program vaksinasi. Semua dilakukan dengan sukarela untuk berbagai.

Inilah sebagian kecil dari kegiatan warga dalam penanganan pandemi Covid-19. Kejadian luar biasa yang memaksa wilayah mereka menjadi zona merah tak serta merta dicarikan kambing hitamnya. Semua harga bergotong royong untuk menangani bersama.

Kesadaran ini tentunya patut menjadi contoh  untuk wilayah-wilayah terkecil lainnya. Paling tidak masing-masing harus mulai dari diri sendiri untuk menangani dan mengantisipasi kejadian buruk yang menimpa.

Sikap mandiri yang tak selalu berharap pada pemerintah juga patut menjadi suri tauladan. Saat ini upaya pemerintah tentu sangat terbatas melihat pandemi di pelosok negeri. Ketahanan masyarakat, kini menjadi kunci utama dalam mengatasi dan menangani pandemi agar segera tuntas di seluruh pelosok negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.