Arsip Berita

Oktober 27, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Indonesia Harus Buat Mobil Biofuel dan Biodiesel, BBM Habis dalam 12 tahun

2 min read
biodiesel, mobil,

Mobil Biodiesel Indonesia harus terus dikembangkan. (foto: okezon.com)

Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah sebagai bahan bakar kendaraan. Misalnya CPO dari kelapa sawit dan etanol dari tebu. Bahkan, sumber energi ini bisa tersedia hingga kiamat. Melihat potensi tersebut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pada 2035 mobil dengan bahan bakar energi terbarukan dan ramah lingkungan alias biofuel dan biodiesel  diproduksi di Indonesia. Namun untuk mencapai hal itu, masih ada sejumlah tahapan yang harus dilewati yaitu mobil hybrid, plug in hybrid dan mobil listrik.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika menyatakan, bukan hanya Indonesia saja, namun negara lain juga telah mengarahkan penggunaan energi terbarukan untuk kendaraan seperti biodiesel. Hal ini dilakukan terus mengingat cadangan energi fosil terus mengalami penurunan.

“Kita punya sumber yang sustainable, yang sampai kiamat masih ada, yaitu biofuel. Yang terkait dengan karbon untuk energi ini berlimpah, yaitu dari CPO jadi biodiesel, kita juga punya biomass yang jadi etanol. Kita punya potensi untuk biofuel generasi kedua. Kalau yang pertama sangat bersentuhan dengan makanan seperti CPO. Di generasi kedua akan banyak menggunakan untuk industri. Seperti etanol dari tebu. Yang jadi tebu cuma empat persen, yang disebut bagasse itu 30 persen,” jelas dia.

Road Map Biodiesel

Dalam roadmap industri otomotif, Kemenperin menargetkan pada 2035 Indonesia mampu memproduksi kendaraan yang sepenuhnya mengonsumsi biofuel tanpa campuran bahan bakar fosil.

“Kalau melihat kelapa sawit diolah jadi CPO lalu biodiesel, itu banyak sisanya. Intinya kita sangat berpotensi menjadi negara besar kalau mengolah itu semua. Kita menjadi industri otomotif yang berlanjutan dengan biofuel. Tapi pada 2030 fuel cell (biofuel) baru satu persen (dari jumlah mobil yang beredar) BEV (Battery Electic Vehicle) delapan persen, di dunia baru sekitar sembilan persen. Yang banyak itu masih hybrid dan plugin hybrid,” ungkap Putu Juli Ardika.

“Dalam roadmap ini, banyak hal dikembangkan tapi yang menjadi concern yaitu energy security, penghematan atas energi fosil. Karena di Indonesia itu 12 tahun lagi diperkirakan akan habis,” ujar Putu Juli Ardika dalam FGD Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.