Arsip Berita

Oktober 28, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Simak Penjelasan dr. Tirta untuk Sembuhkan Anosmia Akibat COVID-19

1 min read
"Cara menyembuhkan anosmia secara logis adalah kita menambahkan banyak zat-zat pembangun tubuh. Apa saja zat pembangun sel tubuh? Yaitu protein. Nutrisi yang mencukupi itu akan membuat protein kita cukup," ujar Tirtha dalam diskusi yang digelar secara daring, Sabtu 17 Juli.

Tips dari dokter Tirta Mandira Hudhi untuk sembuhkan anosmia.

Jakarta,- Dr. Tirta Mandira Hudhi, relawan COVID-19 dan pegiat media sosial  tergerak untuk membagikan cara menyembuhkan anosmia. Ini adalah salah satu gejala jika seseorang terpapar COVID-19.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, yang selama fokus dalam penanggulangan penyebaran COVID-19 itu memberikan beberapa tipsnya agar penciuman seorang yang terpapar COVID-19 segera pulih.

Anosmia atau kehilangan indera penciuman terkadang tidak kunjung pulih meskipun penderita sudah tidak merasakan demam ataupun batuk usai menjalani isolasi lebih dari 10 hari.

“Cara menyembuhkan anosmia secara logis adalah kita menambahkan banyak zat-zat pembangun tubuh. Apa saja zat pembangun sel tubuh? Yaitu protein. Nutrisi yang mencukupi itu akan membuat protein kita cukup,” ujar Tirtha dalam diskusi yang digelar secara daring, Sabtu 17 Juli.

Selain itu, penderita COVID-19 juga harus memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh. Tirta mengatakan kebutuhan vitamin tidak hanya dipenuhi dari suplemen tetapi juga bisa dari buah-buahan dan sayur.

Satu hal lainnya yang juga harus dilakukan untuk menyembuhkan anosmia adalah dengan beristirahat total.

“Kenapa sih anosmia itu tidak sembuh-sembuh? Karena banyak orang itu ngomongnya isoman (isolasi mandiri), tetapi dia masih aktif, masih mengerjakan sesuatu, masih nongkrong garap kerjaan, itu akan menghalang-halangi energi kita untuk penyembuhan,” kata Tirta.

Tirta mengatakan antibodi manusia menghabiskan energi yang besar saat sedang melawan penyakit di dalam tubuh. Jika masih melakukan aktivitas berat saat sakit, penderita COVID-19 akan merasa semakin lemas. “Itulah pentingnya kenapa kita harus bed rest,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.