Minyak Sawit Bisa Digunakan Sebagai Bahan Bakar PLTD

minyak sawit

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa menggunakan minyak sawit (crude palm oil/CPO) sebagai bahan bakarnya. Itu bisa diterapkan setelah mesin PLTD mendapatkan treatment dan penguatan khusus.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa di Jakarta, Senin (10/12/2018), dengan modifikasi atas mesin pembangkit, bahan baku sawit itu tak perlu lagi dicampur dengan minyak solar atau bisa digunakan 100 persen. “CPO perlu dilakukan preheating atau dipanasi terlebih dahulu sehingga mencapai suhu tertentu. Jadi pada dasarnya dimungkinkan menggunakan CPO untuk beberapa PLTD,” kata Fabby.

Namun yang menjadi persoalan, lanjutnya, adalah soal harga CPO yang sangat fluktuatif. Ketika harga CPO (minyak sawit) dunia di kisaran 500 dolar AS per ton seperti saat ini, PLN sangat feasible menggunakan komoditas tersebut. Namun apabila harganya di kisaran USD800 per ton sudah sangat tidak feasible lagi, karena lebih mahal ketimbang minyak solar.

Menurut dia, yang dikhawatirkan, jika harga CPO (minyak sawit) dunia tinggi, produsen CPO (minyak sawit) tidak mau memasok ke PLN karena ekspor lebih menguntungkan. “Yang dibutuhkan PLN itu kestabilan harga dan keberlangsungan pasokan CPO (minyak sawit) secara rutin,” katanya.

Sementara itu anggota Komisi VII Ramson Siagian menyambut positif wacana penggunaan minyak sawit mentah sebagai bahan bakar PLTD milik PLN. Menurut dia, dengan penggunaan CPO tersebut akan menghemat devisa mengingat minyak solar yang selama ini digunakan sebagai bahan bakar PLTD milik PLN berasal dari impor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *