Arsip Berita

September 19, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Berkah Pandemi Covid-19 dalam Mempercepat Transformasi Digital Perekonomian Indonesia

3 min read

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat memanfaatkan perekonomian digital.

Jakarta – Tak selamanya pandemi Covid-19 selalu mendatangkan dampak buruk bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, pandemi mendatangkan manfaatkan karena mempercepat pelaksanaan transformasi perekonomian digital di Tanah Air.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian transformasi ekonomi digital, selama masa pandemi meningkat tajam. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan kebiasaan masyarakat.

Dari semula masyarakat lebih banyak melakukan transaksi, perdagangan dan belanja kebutuhannya lewat pertemuan langsung, menjadi dilakukan secara virtual. Ini  dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk bisa memenuhi himbauan pemerintah agar tidak melakukan aktivitas perdagangan dan mobilitas secara langsung.

Transaksi virtual menjadi pilihan yang aman bagi mereka. Selain bisa dilakukan secara virtual, berbagai platform perdagangan digital juga sudah memberikan banyak kemudahan. Tak hanya itu juga keamanan dalam belanja dan perdagangan sehingga minat masyarakat menjadi semakin tinggi untuk bertransaksi lewat digital selama masa pandemi ini.

Bagi pemerintah Indonesia transformasi digital ini, bukan lagi sebuah pilihan. Akan tetapi sudah menjadi kewajiban mengingat dunia sudah memasuki era teknologi 4.0. Revolusi ini harus disikapi pemerintah dan masyarakat untuk

Bagi banyak Perusahaan rintisan (start-up) transaksi digital menjadi lahan bisnis dan investasi baru yang sangat menjanjikan. Banyak perusahaan baru yang bergerak di bidang teknologi kini menjadi salah satu penyokong dalam menyukseskan transformasi tersebut.

Momen pandemi ini pun membuat pemerintah menjadikan momentum untuk mempercepat transformasi digital. Salah satunya lewat inklusi keuangan dan perbankan bagi masyarakat.

Bahkan pemerintah juga terus mengembangkan komunitas digital di Tanah Air, yang berisi talenta-talenta digital. Mereka akan menjadi kunci dalam pelaksanaan transformasi digital.

Menurut data pemerintah, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan atau 600 ribu orang per tahun. Hal ini untuk mencapai pengembangan kompetensi SDM digital. Bahkan Presiden Joko Widodo juga sudah meluncurkan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital”.

Target yang diinginkan pemerintah, adalah pada tahun 2045 Indonesia sudah bisa menguasai sepenuhnya perekonomian digital ini Sangat penting untuk menghindari jebakan middle income trap. Untuk itu rata-rata PDB Indonesia nanti kelas harus berada di atas 10 ribu dollar AS. Untuk saat ini target itu baru Setengah jalan karena PDB rata-rata di Indonesia tahun ini masih berkisar di 4000 US dollar.

Untuk bisa memenuhi target tersebut, pemerintah harus meningkatkan kemampuan pendapatan kelas menengah. Caranya dengan mendorong  pertumbuhan ekonomi secara spasial, terutama perekonomian digital. Selain itu, dapat dilakukan inklusi finansial dan sistem pembayaran digital.

Melalui gerakan bisnis dan ekonomi digital diharapkan dapat mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, seperti melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif.

Jalan atau strategi menuju ke arah tersebut sudah semakin nyata. Data Kementerian Perindustrian mencatat ekonomi digital Indonesia selama masa pandemi Covid-19 mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen Ikma) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyebutkan kenaikan ekonomi digital mencapai 11 persen. Ini membuat perusahaan Startup akan dapat lebih mendorong pemulihan ekonomi.

Kemenperin juga menyebut pertumbuhan ini tidak lepas dari dorongan perusahaan rintisan alias perusahaan startup yang ada di Tanah Air. Perusahaan penyedia jasa transportasi online yang saat ini mampu memberikan kontribusi besar terhadap lapangan pekerjaan di Indonesia.

Mulai dari Gojek-Grab, atau ekspedisi online kini tumbuh subur di Indonesia. Semua perusahaan ini berbasis ekonomi digital yang selanjutnya mendorong inklusi keuangan dengan terbitnya berbagai akun-akun dan rekening digital yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat.

Mereka bukan lagi menjadi faktor yang mempermudah transaksi pada masa pandemi. Kini mereka sudah menjadi jalan keluar bagi pemulihan perekonomian nasional di Indonesia. Serapan tenaga kerja yang sangat tinggi di sektor itu membuat angka pengangguran juga turun drastis.

Bahkan jika mereka siap, startup digital ini bisa segera menguasai pasar Asia Tenggara mengingat ketersediaan sarana dan prasarana digital yang sudah lebih baik di Tanah Air.

Kini perusahaan yang bergerak di bidang digital diharapkan dapat terus membantu upaya pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Mereka diharapkan bisa mendorong peningkatan akses ke teknologi digital.

Selain itu startup- digital diharapkan bisa mengembangkan keterampilan/literasi digital dan meningkatkan ketersediaan talenta digital. Untuk itu mereka pun diharapkan memfasilitasi peningkatan kualitas layanan digital. Terakhir yang tak kalah penting mereka harus bisa memperluas kesempatan bagi para pekerja informal dalam meningkatkan pendapatan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.