Arsip Berita

Agustus 2, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Beberapa Negara Mulai Gunakan Dua Dosis Campuran untuk Vaksinasi Covid-19

2 min read
vaksin campuran

Vaksin campuran mulai banyak digunakan di beberapa negara

Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia, pekan ini tengah mempertimbangkan dan mengkaji manfaat campuran atau ‘mix and match’ dua vaksin. Vaksin tersebut adalah  Covid-19 Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca yang akan melengkapi dua dosis vaksin yang diberikan ke warga di negeri jiran itu.

Menteri Penyelaras Program Imunisasi Covid-19 Kebangsaan Khairy Jamaluddin menyatakan ide ini telah dikemukakan dalam Jawatankuasa Khas Jaminan Akses Vaksin Covid-19 (JKJAV) dua minggu lalu. Namun hingga kini keputusan mengenai manfaat campuran vaksin itu belum diumumkan.

“(Campuran vaksin) Masih lagi dalam kajian dan kita paparkan di JKJAV dua minggu lalu, tetapi belum diumumkan lagi oleh jawatankuasa kerja teknikal kita,” kata Khairy kepada media selepas mengunjungi pusat pemberian vaksin (PPV) Stadium Tertutup Gong Badak di Kompleks Sukan Negeri di Kuala Nerus, Terengganu, Jumat (18/6/2021).

Khairy yang juga Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi melalui sesi webinar yang diadakan oleh ‘Oxford and Cambridge Society of Malaysia’ semalam juga menyatakan, terdapat beberapa data ‘real-world’ yang diterima dari Jerman, mengenai vaksinasi heterologi menggunakan AstraZeneca bagi dosis pertama dan Pfizer untuk dosis kedua. Campuran itu telah terbukti meningkatkan penetralan antibodi dan menjadi lebih efektif terhadap varian baru Virus Covid-19.

Dalam perkembangan lain, Khairy menyatakan di Terengganu akan menerima lebih 200 ribu dosis lagi vaksin Covid-19 mulai bulan depan. Khairy menyatakan bahwa petugas di Malaysia diperbolehkan melakukan suntikan vaksin mencapai 12 ribu dosis perhari.

“Sudah pasti kita akan meningkatkan lagi layanan vaksin ke Terengganu, terutama awal bulan Juli. Kita akan bincang selepas ini, tetapi dijadwalkan lebih daripada 200 dosis akan kita kirim,” katanya.

Di beberapa negara rupanya sudah menerapkan dua campuran vaksin. Misalnya di Spanyol  yang juga mencampurkan vaksin AstraZeneca  dan Pfizer dalam program vaksinasi mereka. Bahkan menurut pemerintah Spanyol  hal itu berjalan efektif dalam memperkuat antibodi.

Peneliti menemukan bahwa jumlah antibodi meningkat 7 kali lipat setelah mendapat vaksin dosis pertama dari Pfizer. Kemudian, jumlahnya meningkat signifikan setelah diberi suntikan kedua dengan AstraZeneca.

Korea Selatan (Korsel) pemakaian vaksin COVID-19 campuran juga telah mendapat lampu hijau. Disease Control and Prevention Agency (KDCA) membolehkan agar pemberian vaksin Pfizer dan AstraZeneca dicampur. Vaksin akan diberikan untuk kelompok tertentu agar menunjang efikasi vaksin.

Beberapa kelompok yang menerima vaksin campuran adalah perawat kunjungan berusia 30 tahun ke atas, petugas kesehatan dan farmasi di klinik perumahan, serta polisi. Totalnya diperkirakan ada 760 ribu yang akan menerima vaksin campuran.

Kelompok itu telah mendapatkan dosis pertama vaksin AstraZeneca pada April kemarin, nantinya mereka akan disuntik Pfizer pada Juli 2021. Apabila warga enggan mendapatkan vaksin COVID-19 campuran, mereka boleh meminta jenis vaksin yang sama.

KDCA yakin bahwa tidak ada masalah keamanan dalam mencampur jenis vaksin, meski studi mengenai hal ini sebenarnya masih berlangsung secara global. Turut dilaporkan juga ada studi yang menyebut vaksin campuran justru lebih ampuh dalam meningkatkan antibodi.

Keputusan ini juga didukung oleh praktek yang sudah dilakukan di Kanada dan beberapa negara dalam mencampur dua vaksin mRNA.

Namun di Indonesia sendiri, hingga kini belum terdengar rencana pemerintah untuk melakukan campuran vaksin. Selama ini vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat baik dosis satu dan dosis kedua tetap sama. Indonesia sendiri sudah menyuntikkan vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.