Arsip Berita

Oktober 24, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Tinggalkan Solar, Saatnya beralih ke Biodiesel

2 min read

Foto: Katadata/Arief Kamaludin

DAMPAK buruk penggunaan BBM solar berbahan fosil sudah banyak dikaji. Dampak polutif yang ditimbulkan bahan bakar ini sudah sampai kepada tahap mengkhawatirkan, seperti efek rumah kaca atau naiknya suhu bumi yang terus terjadi dalam dua dekade terakhir. Upaya pencarian bahan bakar pengganti telah dilakukan, dan itu  ada dalam minyak kelapa sawit, yang lahannya berjumlah jutaan hektar di seluruh Indonesia.

Para peneliti Indonesia di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menemukan, bahan bakar dari minyak nabati yang disebut biodiesel ini terbukti  mampu menjadi pengganti bahan bakar dari bahan fosil itu.

Dengan proses sederhana  minyak sawit dapat diubah menjadi biodiesel. Bahan baku yang digunakan selain minyak sawit adalah methanol. Dengan dibantu katalis basa dan pengaturan suhu hingga 60 derajat Celcius, reaksi transesterifikasi antara kedua bahan akan membentuk methyl ester dengan produk samping berupa gliserol. Methyl ester inilah yang disebut sebagai biodiesel, dan memiliki kemiripan sifat dengan minyak solar dari perut bumi.

Pembuatan biodiesel tidak memerlukan peralatan canggih, hanya reaktor kimia tempat berlangsungnya reaksi, dan separator untuk memisahkan biodiesel dengan gliserol. Produksi biodiesel dari minyak nabati dapat dilakukan pada skala kecil dan besar secara curah (batch) atau sinambung (continuous).

Uji coba telah pula ditampilkan dalam satu sesi International Biodiesel Workshop di Medan. Beberapa kendaraan minibus yang memakai bahan bakar campuran antara solar dengan biodiesel, tampak bergerak mulus tanpa ada gangguan mesin.

Darnoko menjelaskan, persentase perbandingan antara biodiesel dengan solar yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan tadi adalah dua berbanding delapan. Perbandingan seperti ini telah diterapkan pada kendaraan umum di Eropa dan Jepang. “Penambahan biodiesel yang lebih tinggi dari persentase ini dikhawatirkan dapat merusak komponen mesin berbahan polimer, seperti, pipa karet atau plastik. Tetapi, sifat korosif tersebut bisa diatasi dengan mengganti spare part yang terbuat dari plastik dan karet dengan bahan-bahan sintetis lainnya,” jelas Darnoko.

Hasil penelitian Dr Evita Legowo, Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kelistrikan dan Energi (Research and Development Center for Energy and Electricity Technology) menunjukkan, perbandingan terbaik untuk campuran solar dengan biodiesel adalah 70 berbanding 30 dalam satuan volume dengan memakai mesin diesel empat tak 2000 CC. Hasil uji yang diperoleh adalah torsi mesin pada putaran berbeda akan turun bila kandungan biodiesel lebih banyak dalam campurannya dengan solar.

Untuk bahan bakar solar, torsi (tenaga putaran) maksimum yang dapat dicapai adalah 117 Nm pada putaran 2.500 rpm (putaran per menit). Untuk campuran solar-biodiesel, perbandingan 70 dan 30 dalam satuan volume menunjukkan torsi 114 Nm. Sedangkan untuk biodiesel murni adalah 110 Nm, masing-masing pada kecepatan 2000 rpm.

Konsumsi bahan bakar semakin meningkat dengan ditingkatkannya kadar biodiesel dalam bahan bakar solar. Pemakaian biodiesel murni menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat 24 persen, sedangkan campurannya dengan solar menyebabkan peningkatan konsumsi sebesar 11 persen.

Pemakaian biodiesel menyebabkan kadar kekotoran pada injector nozzle sebesar 3,2 persen, endapan pada piston meningkat 4,2 persen, endapan pada pompa meningkat 0.85 persen, kekotoran cylinder head 30,8 persen, dan endapan pada filter meningkat 57,6 persen. Menurut Evita, pemakaian biodiesel tidak berpengaruh apa pun terhadap minyak pelumas.

Bayangkan, jika biodiesel dipakai secara merata oleh kendaraan di seluruh Indonesia, maka konsumsi BBM solar akan turun tidak kurang dari 30 persen,  diganti oleh bahan sawit yang ongkos produksinya lebih murah dan bahan bakunya tersedia secara melimpah. Silahkan hitung, berapa devisa yang bisa dihemat oleh negara, diluar persoalan dampak polusi yang sudah pasti akan lebih mudah tertangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.