Arsip Berita

Oktober 24, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Tahun 2020 Penuh Dinamika yang Membentuk Bangsa Indonesia Semakin Kuat

3 min read
jokowi

Pandemi Covid-19 yang muncul pada awal tahun 2020 membuat pemerintah menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional

Jakarta – Sepanjang tahun 2020, Indonesia mengalami banyak pasang surut. Baik dalam hal politik, hukum, ekonomi dan terutama kesehatan. Berbagai persoalan yang muncul ini membuat bangsa kita semakin terbentuk dan menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Pandemi Covid-19 yang muncul pada awal tahun 2020 membuat pemerintah menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional. Penetapan itu dinyatakan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) Sebagai Bencana Nasional.

Muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat sektor industri sebagian terhenti karena adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Ini disusul dengan produktivitas masyarakat yang menurun karena berkurangnya jam kerja akibat kebijakan work from home.

Ini adalah masa-masa sangat sulit bagi pemerintah dan bangsa Indonesia. Namun pemerintah segera menyikapi dengan cermat. Program Kartu Prakerja dipercepat dan menjadi semi bansos. Program ini akhirnya bisa diterima masyarakat dengan baik terbukti dengan banyaknya peserta. Bahkan mencapai puluhan juta.

Pandemi juga memaksa pemerintah mengubah APBN. Hal ini dilakukan karena APBN adalah instrumen untuk mewujudkan masyarakat adil dan Makmur. Untuk itu APBN harus merespon kebutuhan yang muncul akibat pandemi Covid-19. 

Pemerintah sendiri telah mengeluarkan kebijakan untuk menyesuaikan postur APBN melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54/2020 dan Perpres Nomor 72/2020. Revisi dilakukan karena sebelumnya pada Perpres 54/2020, defisit APBN melebar dari batas maksimal sehingga pada Perpres yang baru, batas tersebut dinaikkan lagi.

Pemerintah juga tanggap dengan membentuk Komite Penanggulangan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi nasional. Ini diharapkan penanganan dan pemulihan pandemi bisa dilakukan sejalan, antara rem dan gas. Hal ini penting agar korban pandemi bisa diminimalkan dan pemulihan ekonomi bisa terus dilakukan.

Covid 19 juga membentuk MANUSIA BARU. Masyarakat kini berada dalam tatanan kehidupan baru, yang harus siap dengan segala sesuatu termasuk ketidakpastian. Covid-19 juga mengajarkan kita untuk hidup sehat dengan terbiasa menjalankan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) dan 3 T   (Tracing, Testing, Treatment).

Dalam sektor hukum pemerintah mencatatkan sebuah prestasi dengan menerbitkan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Lewat berbagai pembahasan dan diskusi di DPR RI, akhirnya UU no 11 tahun 2020 ini  resmi disetujui pada awal Oktober 2020.

UU Cipta Kerja ini merupakan sebuah reformasi struktural ketiga yang dilakukan oleh pemerintah sepanjang Indonesia berdiri. Omnibus Law merupakan sebuah peraturan perundangan yang berguna untuk menyikapi tantangan dan hambatan masa datang yang dialami bangsa Indonesia.

Lewat UU Cipta Kerja ini, diharapkan terjadi perubahan besar dalam dunia usaha di Tanah Air. Kemudahan investasi, penyederhanaan izin dan kepastian usaha menjadi fokus utama Omnibus Law. Selain itu juga memberdayakan UMKM yang selama ini menjadi tulang panggung perekonomian nasional.

UU no. 11 tahun 2020 juga  diharapkan membuka lapangan kerja yang lebih banyak. Indonesia pada sepuluh tahun ke depan akan mendapatkan bonus demografi yang harus disikapi sejak dini agar tidak terjebak dalam middle income trap, yang bisa memunculkan banyak gejolak di masyarakat.

UU Cipta Kerja ini sudah sejak lama dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Secara kebetulan muncul pandemi yang membuat Omnibus Law ini sangat  relevan untuk segera diundangkan guna menyikapi lands scape perekonomian dan tenaga kerja yang berubah akibat pandemi. 

Pandemi juga berdampak pada agenda Pilkada yang sedianya digelar pada Agustus 2020 ditunda menjadi 9 Desember 2020. Pelaksanaan Pilkada ini memang harus dilakukan guna mengantisipasi kekosongan pemerintah yang diakibatkan banyak kepala daerah masa jabatannya selesai tahun 2020 ini.

Dalam pelaksanaannya, Pilkada terbukti berjalan dengan baik, sukses dan yang terpenting adalah aman. Ini merupakan sebuah kesuksesan yang berhasil ditunjukkan pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Partai Golkar, lewat persiapan yang baik akhirnya bisa mencapai bahkan melebihi target kemenangan yang ditetapkan. Angka kemenangan mencapai 61 persen merupakan bukti Golkar menjadi partai yang dipercaya oleh masyarakat. Hasil ini tentu menjadi modal yang signifikan untuk pilkada-pilkada atau agenda pemilihan selanjutnya pada tahun mendatang.

Pada akhir tahun, pemerintah sudah bisa menghadirkan vaksin Sinovac yang diharapkan menjadi game changer di tengah masa pandemi ini. Lewat vaksinasi diharapkan pandemi berakhir dan pemulihan ekonomi berjalan semakin baik. Apalagi sejumlah data dan indikator perekonomian menunjukkan tanda-tanda positif atau membaik pada kwartal keempat tahun 2020 ini.

Tahun 2021, akan menjadi sebuah tahun yang penuh harapan. Pandemi diharapkan bisa diakhiri dan perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh positif. Bahkan sejumlah lembaga ekonomi internasional memprediksi perekonomian Indonesia akan melesat di atas 6 persen pada tahun 2021 nanti.

Tahun 2021, Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai peraturan pendukung pelaksanaan UU Cipta Kerja. Ini semua diperlukan partisipasi aktif semua komponen bangsa agar aturan baru tersebut benar-benar menguntungkan seluruh anak bangsa.

Ini tentu merupakan sebuah kabar positif. Namun untuk mewujudkannya diperlukan sebuah kerja keras dan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Ke depan, bangsa Indonesia, pemerintah dan masyarakat harus siap dengan segala tantangan dan rintangan yang akan muncul. Terlebih pada rintangan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, seperti Pandemi Covid-19.

Segala persiapan dan kematangan sebagai bangsa itu akan membentuk kepribadian bangsa Indonesia yang cepat dan tanggap dengan segala permasalahan yang muncul. Semua itu dapat diatasi jika kita tetap menjalankan persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa. Kekompakan kita sebagai bangsa akan menentukan nasib Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.