Arsip Berita

Agustus 1, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih Perlahan dari Badai Covid-19

2 min read
"Kini kita patut bersyukur, ujian pandemi telah meningkatkan ketahanan pasar modal kita. Pasar saham kembali stabil dan berangsur pulih," ujarnya dalam Penutupan Perdagangan BEI 2020, Rabu (30/12).
pasar modal

Pasar Modal Indonesia kembali menguat setelah sempat melemah karena pandemi.

Jakarta – Setelah diterpa badai Pandemi Covid-19, pasar modal di Indonesia dinilai kembali pulih walau masih perlahan. Kondisi ini ditunjukkan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 5.979 atau naik 0,95 persen pada akhir tahun ini.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso posisi tersebut lebih baik dibandingkan pada Maret 2020. Saat pandemi Covid-19 masuk, indeks saham sempat tersungkur hingga menyentuh level 3.937 pada Maret 2020.

“Kini kita patut bersyukur, ujian pandemi telah meningkatkan ketahanan pasar modal kita. Pasar saham kembali stabil dan berangsur pulih,” ujarnya dalam Penutupan Perdagangan BEI 2020, Rabu (30/12).

Wimboh menyatakan penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan investor domestik, termasuk investor ritel. Kondisi ini membuat indeks saham mampu bertahan meskipun terjadi aliran modal asing keluar (outflow).

Berdasarkan catatan OJK, terjadi outflow di pasar modal sebesar Rp47,89 triliun di pasar saham per 29 Desember dan Rp86,83 triliun di pasar SBN per 28 Desember lalu.

“Pada 2020 menjadi tahun kebangkitan bagi investor ritel domestik, mengingat investor domestik khususnya investor ritel yang semakin mendominasi transaksi saham,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengamini pemulihan IHSG tersebut.

“Kami melihat akhir tahun ini, situasi sudah mulai berbalik dan dalam penutupan mendekati 6.000, walaupun kemarin sudah masuk 6.000,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan jika pemulihan sektor keuangan maupun perekonomian secara umum tidak membutuhkan waktu lama. Kondisi ini berbeda dengan krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia sebelumnya.

“Artinya, pre-covid dan post-covid sudah kelihatan berbeda dengan krisis yang lain, dimana krisis 1998 makan waktu lebih dari 2 tahun dan terkait kasus 2008 juga lebih dari 1 tahun,” paparnya.

Kini total penghimpunan dana di pasar modal selama 2020 mencapai Rp118,7 triliun. Namun, jumlah tersebut turun 28,83 persen dari tahun lalu sebanyak Rp166,8 triliun.

“Total penghimpunan dana melalui penawaran umum di tahun 2020 telah mencapai Rp118,7 triliun,” ucapnya.

Penghimpunan dana tersebut diperoleh dari 169 penawaran umum. Detailnya, penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp6,07 triliun dari 51 emiten baru.

Wimboh mengatakan antusiasme korporasi untuk menggalang dana melalui penawaran umum ternyata masih terjaga di masa pandemi. Tercermin dari 51 perusahaan baru tercatat di bursa pada 2020 ini. “Ini menjadi yang tertinggi di ASEAN,” ucapnya.

Selanjutnya Penawaran Umum Terbatas (PUT) senilai Rp20,27 triliun dari 16 penawaran. Kemudian, Penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) sebanyak Rp3,57 triliun dari 7 penawaran. Sementara itu, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS Tahap I tercatat Rp30,50 triliun dari 45 emiten dan PUB EBUS Tahap II senilai Rp58,30 triliun dari 53 emiten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.