Arsip Berita

April 17, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Menteri Perindustrian Luncurkan Program Biodiesel 20 di GIIAS

2 min read
airlangga hartarto, biodiesel

Airlangga Hartarto, segera luncurkan program biodiesel, 20 persen.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berencana untuk merilis program Biodiesel 20 persen pada Kamis 2 Agustus 2018.  Momen itu bertepatan dengan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

“Ya, kita akan launching tanggal 2 Agustus di GIIAS,” kata Airlangga seusai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (30/7/2018). Airlangga mengatakan, penerapan B20 sudah semestinya diterapkan di Indonesia. Aturan penggunaan Biodiesel 20 juga sedang disiapkan agar bisa diemplementasikan secepatnya.

“Bukan bisa ya, tapi (Biodiesel 20) sudah harus diterapkan. (Perluasannya) semua non PSO juga kena diterapkan B20, ini kan hasil ratas kemarin. Perpres sedang disiapkan, mudah-mudahan Agustus sudah bisa (diterapkan),” ujar dia.

Biodiesel Hemat Devisa

Dengan penggunaan B20, pemerintah nantinya akan lebih menghemat devisa karena kuota BBM yang diimpor berkurang. Pada saat kegiatan impor devisa akan membiayai kebutuhan impor dalam mata uang dolar AS, sehingga jika impor ditekan maka devisa bisa dihemat.

Selain hemat devisa, implementasi B20 secara penuh juga bisa membuat neraca perdagangan Indonesia keluar dari zona defisit, terutama di sektor minyak dan gas (migas) yang selama enam bulan terakhir defisit US$ 5,4 miliar, sedangkan non migasnya surplus US$ 4,4 miliar.

Airlangga pun mengatakan, pasokan biodiesel nonsubsidi jumlahnya lebih besar daripada yang bersubsidi. Jumlah biodiesel nonsubsidi saat ini diproyeksi mencapai 16 juta ton. Dengan begitu, penambahan biodiesel bisa mencapai 3,2 juta ton per tahun. “Tahapan teknisnya akan dibahas berapa lama ini bisa dicapai,” katanya. Adapun rencana pengembangan jangka menengah setelah program B20 ini mandatori dilaksanakan non dan PSO adalah mendorong industri biofuel 100%.

Menurut Airlangga, sudah ada teknologi untuk biofuel 100%, dan teknologi yang sama dengan fuel oil. Sehingga tidak mengganggu kondisi teknis dari kendaraan bermotor ataupun pembangkit dan yang lainnya. Dengan demikian, pemerintah mendorong bahwa akan terjadi substitusi impor dengan biodiesel yang 100% atau yang sering disebut sebagai green diesel.

“Jadi, kita beralih dari bio 20% ke depannya jangka menengah, waktunya nanti pemerintah tentukan, menuju ke green diesel, 100% diesel. Dengan demikian kita menjadi mempunyai daya tahan atau kemandirian,” terang Airlangga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.