Arsip Berita

Oktober 27, 2021

SEPATAH.COM

INFO TERKINI & TERPOPULER DARI PENJURU INDONESIA

Informasi Salah dari Media Sosial  tentang Vaksin Covid-19 Harus Dihapus, Termasuk di Indonesia  

3 min read
"Kami terus-menerus melihat klaim palsu tentang vaksin virus corona menyebar ke informasi yang salah dan kami sekarang berada pada titik di mana lebih penting dari sebelumnya untuk memperluas pekerjaan yang kami mulai dengan COVID-19 ke vaksin lain," ungkap YouTube.

Konten salah tentang vaksin di Youtube harus segera dihapus.

JAKARTA – Maraknya penggunaan media sosial, terkadang justru menjadi masalah bagi masyarakat. Ini dimungkinkan karena banyak informasi salah yang bermunculan di platform media sosial tersebut. Informasi ini menyebar lintas benua hingga Indonesia pun, saat ini sulit membendung arus informasi yang salah tersebut.

Terkait dengan Covid-19, banyak pula konten-konten yang bermunculan di media sosial yang salah tentang vaksin Covid-19. Mulai dari konten di platform Youtube, Facebook, Twitter, Instagram  dan TikTok, bahkan Reddit. Hoax tentang vaksin ini tentu sangat berbahaya.

Informasi yang salah bahkan palsu tersebut sulit untuk dipertanggungjawabkan kebenarannya.  Alih-alih memberikan informasi dan menyadarkan masyarakat, informasi yang salah tersebut sering kali membuat masyarakat menimbulkan sikap  anti terhadap vaksin dan vaksinasi Covid-19.

Masyarakat Indonesia sebagai pengguna media sosial terbesar keempat di dunia, dengan jumlah pengguna sebanyak 193 juta menurut, statista.com, termasuk negara yang rentan terhadap informasi Covid-19 yang salah.

Beruntungnya, informasi yang salah itu rata-rata dibuat dalam konten berbahasa Inggris. Namun terkadang ada pula konten berbahasa Indonesia yang juga salah dan dianggap berbahaya bagi program vaksinasi pemerintah.

Dalam upaya meredam atau menghilangkan konten yang salah itu, platform media sosial seperti facebook, youtube, dan twitter, sudah mulai menandai informasi palsu dan salah tentang vaksin. Bahkan sering pula informasi yang salah itu dihapus oleh para penyedia platform media sosial itu.

Baru-baru ini, YouTube juga menghalau informasi yang salah terkait konten vaksin, tidak hanya tentang COVID-19 saja. Langkah ini terjadi ketika tekanan publik meningkat pada perusahaan media sosial untuk membasmi kesalahan informasi berbahaya yang membuat orang-orang ragu untuk vaksin.

“Kami terus-menerus melihat klaim palsu tentang vaksin virus corona menyebar ke informasi yang salah dan kami sekarang berada pada titik di mana lebih penting dari sebelumnya untuk memperluas pekerjaan yang kami mulai dengan COVID-19 ke vaksin lain,” ungkap YouTube.

Nantinya, konten yang dihapus YouTube akan berfokus pada penyakit tertentu atau informasi palsu tentang vaksin secara umum. Karena tingginya penolakan terhadap vaksin, Amerika Serikat (AS) telah melaporkan lebih dari 50.000 kematian akibat COVID-19 pada bulan September.

“Konten apa pun yang secara keliru menuduh bahwa vaksin yang disetujui berbahaya dan menyebabkan efek kesehatan kronis, dan terdapat konten yang mengklaim bahwa vaksin tidak mengurangi penularan atau kontraksi penyakit, atau mengandung informasi yang salah tentang zat yang terkandung dalam vaksin akan dilarang,” jelas YouTube seperti dikutip dari USA Today, Kamis, 30 September.

Platform milik Google tersebut mengatakan kebijakannya juga akan mencakup video yang mengklaim vaksin menyebabkan autisme atau dapat melacak penerima, dan semua konspirasi yang terus-menerus tentang vaksin. Aturan ini berlaku untuk vaksin yang disetujui, dikonfirmasi aman serta efektif oleh otoritas kesehatan setempat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, YouTube juga akan menghentikan akun dari influencer yang merupakan anti-vaksin seperti Joseph Mercola, Erin Elizabeth, dan Sherri Tenpenny. Ketiganya teridentifikasi oleh Center for Countering Digital Hate di antara selusin yang memainkan peran utama dalam menyebarkan informasi yang salah secara online tentang vaksin COVID-19.

“Anti-vaxxers telah menggunakan platform media sosial dengan impunitas terlalu lama, mempertaruhkan nyawa jutaan, jika bukan miliaran, orang di seluruh dunia,” CEO Center for Countering Digital Hate, Imran Ahmed.

Dilaporkan oleh NBC News, pembuat konten anti-vaksin telah berkembang pesat di YouTube selama lebih dari satu dekade. Mereka pindah ke platform milik Google setelah media sosial lainnya berhenti mempromosikan pesan mereka. Konten anti-vaksin begitu tersebar di mana-mana.

YouTube, seperti Facebook, Twitter, Reddit dan banyak perusahaan internet lainnya yang memberi pengguna kebebasan memposting konten mereka sendiri. Tetapi, raksasa media sosial itu berpikir keras tentang bagaimana menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan pengawasan efektif dari konten buruk yang diposting di situsnya.

Selama bertahun-tahun dari laporan CNET, YouTube telah bergulat dengan berbagai jenis misinformasi, teori konspirasi, diskriminasi, kebencian, pelecehan, eksploitasi anak dan video pembunuhan massal, semuanya dalam skala global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kritikus YouTube berpendapat bahwa upaya moderasi konten perusahaan masih sering gagal, atau datang terlambat.

Sebagai informasi, YouTube telah menghapus 130.000 video khusus untuk kesalahan informasi vaksin COVID sejak tahun lalu. Sebelumnya perusahaan mengklaim juga menghapus hampir 10 juta total video setiap kuartal di seluruh kategori pelanggaran kebijakan. Sejak Februari 2020, YouTube telah menghapus lebih dari 1 juta video yang terkait dengan informasi virus corona berbahaya, seperti penyembuhan palsu atau klaim palsu lainnya.

Youtube yang kini memiliki pengguna aktif terbesar kedua di platform media sosial dengan 2,291 miliar pengguna, menjadi sangat rawan penyebaran konten yang misinformasi. Ini harus menjadi perhatian dari pemerintah Indonesia, untuk juga aktif “berpatroli” di platform media sosial, untuk mengantisipasi informasi yang salah. Bahkan menghapusnya jika dinilai sudah keterlaluan.

Diharapkan dengan cara tersebut, maka penyebaran informasi yang  salah itu tidak merusak atau mengganggu program percepatan vaksinasi di Tanah Air.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright sepatah.com © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.